Namun, pejabat senior kelompok itu mengatakan bahwa mereka yang memprotes pembatasan rezim terhadap hak-hak perempuan harus tinggal di rumah.
“Kami menahan wanita nakal di rumah,” kata penjabat menteri dalam negeri Afghanistan Sirajuddin Haqqani dalam sebuah wawancara dengan CNN, Senin (16/5/2022).
Sirajuddin membuat komentar sambil tertawa, lalu menjelaskan apa yang dia maksud dengan kalimat itu.
"Wanita nakal, itu adalah lelucon yang mengacu pada wanita nakal yang dikendalikan oleh beberapa pihak lain untuk mempertanyakan pemerintahan saat ini,” katanya.
Dalam wawancara yang sama pada, wakil pemimpin Taliban telah berjanji bahwa anak perempuan akan segera diizinkan untuk belajar di sekolah.
Dia mengatakan, pekerjaan berlanjut pada mekanisme untuk memungkinkan anak perempuan bersekolah di sekolah menengah.
"Segera Anda akan mendengar kabar baik tentang masalah ini," tambah Haqqani dalam wawancara pertamanya di televisi itu.
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!