Dia mengatakan itu adalah salah satu tempat yang sebelumnya disuruh oleh militer Israel kepada warga Palestina di Gaza untuk dievakuasi.
“Sebagian besar korban saat ini adalah warga sipil, termasuk bayi [berusia] dua minggu yang terbunuh dengan darah dingin dalam genosida ini,” kata Azzoum.
Ia membandingkan serangan tersebut dengan serangan yang terjadi di kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara pekan lalu, yang menewaskan sedikitnya 90 orang.
Kamp al-Maghazi juga diserang bulan lalu ketika sedikitnya 50 warga Palestina terbunuh.
Azzoum mengatakan daerah sekitar kamp telah menjadi sasaran penembakan intensif Israel dalam beberapa hari terakhir.
Rumah sakit terdekat dengan kamp tersebut adalah Rumah Sakit Al-Aqsa tetapi fasilitas kesehatan tidak berfungsi di seluruh Gaza karena Israel terus membombardir wilayah tersebut selama tiga bulan, menewaskan lebih dari 20.400 warga Palestina sejak 7 Oktober.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sinarharapan.co
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar