"Mengingat kondisi kehidupan dan kurangnya layanan kesehatan, ada lebih banyak orang yang bisa meninggal karena penyakit dibandingkan pengeboman," ungkap Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus bulan lalu via platform X alias Twitter.
Awal bulan ini, terdapat banyak laporan tentang penyebaran wabah disentri pada kalangan tentara Israel di Jalur Gaza.
Meningkatnya penyakit diare dan usus memerlukan evakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Penyebab wabah tersebut diperkirakan karena patogen menular Shigella, sanitasi yang tidak memadai dan penyimpanan makanan yang buruk, akibat serangan Israel diduga sebagai sumber penularan.
Layanan kesehatan yang hancur dan penggunaan antibiotik yang tidak terkendali mendorong bakteri resistan muncul di medan perang.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: dewantaranews.com
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar