Pada awal pemerintahan, Taliban mengklaim bahwa kekuasaannya tidak akan sama dengan pendahulunya. Mereka menyatakan akan membebaskan wanita untuk mengakses pendidikan, meskipun pada kenyataannya hal itu tidak pernah terwujud.
Wanita-wanita di Afghanistan hanya diizinkan mengenyam pendidikan sekolah dasar. Sedangkan untuk sekolah menengah dan lanjutan hanya bisa diakses oleh anak laki-laki.
Pemerintah Taliban bahkan melarang wanita bekerja dan bepergian tanpa mahram. Tentu saja hal ini sangat menyulitkan mereka untuk mencari nafkah.
Ekonomi Afghanistan yang diambang kehancuran, membuat masyarakatnya semakin kesulitan. Tidak sedikit, orang tua yang menikahkan anak-anak perempuan mereka yang masih dibawah umur menikah dengan seorang laki-laki yang sudah berumur bahkan usia lanjut.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
JD Vance Murka ke Netanyahu: Janji Rahasia Mossad Gagal Gulingkan Iran Terbongkar!
Iran Siapkan 1 Juta Pasukan: Neraka Historis Menanti AS Jika Invasi Darat Terjadi
Iran Kerahkan 1 Juta Tentara: Apa yang Akan Terjadi Jika AS Invasi Darat?
Bunga Kuning Mekar di Makam Gaza: Tanda Alam yang Bikin Haru dan Penasaran, Ini Maknanya!