Sementara itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Port Moresby mengatakan, polisi telah kembali bekerja seperti biasa, sejak terlibat aksi pemogokan massal, pada Rabu (10/1/2024).
Meski demikian, situasi keamanan di Papua Nugini tetap mencekam.
Baca Juga: Tendang Motor Begal Kabur, Warga Tangsel Disabet Celurit hingga Usus Terburai
"Ketenangan relatif dapat berubah pada saat pemberitahuan sesaat," kata sebuah pernyataan Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Melihat situasi di Papua Nugini yang memburuk, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan, pihak Komisi Tinggi negara terus memantau situasi dan perkembangan di Papua Nugini.
Hingga detik ini, Canberra mengaku, pihaknya belum menerima permintaan bantuan tambahan keamanan dari Papua Nugini.
Untuk diketahui, kerusuhan yang terjadi di Papua Nugini telah meluas menjadi penjarahan dan pembakaran. Kerusuhan ini dipicu oleh pemotongan gaji polisi dan PNS di negeri itu hingga 50 persen.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianmassa.id
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran