Sementara itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Port Moresby mengatakan, polisi telah kembali bekerja seperti biasa, sejak terlibat aksi pemogokan massal, pada Rabu (10/1/2024).
Meski demikian, situasi keamanan di Papua Nugini tetap mencekam.
Baca Juga: Tendang Motor Begal Kabur, Warga Tangsel Disabet Celurit hingga Usus Terburai
"Ketenangan relatif dapat berubah pada saat pemberitahuan sesaat," kata sebuah pernyataan Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Melihat situasi di Papua Nugini yang memburuk, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan, pihak Komisi Tinggi negara terus memantau situasi dan perkembangan di Papua Nugini.
Hingga detik ini, Canberra mengaku, pihaknya belum menerima permintaan bantuan tambahan keamanan dari Papua Nugini.
Untuk diketahui, kerusuhan yang terjadi di Papua Nugini telah meluas menjadi penjarahan dan pembakaran. Kerusuhan ini dipicu oleh pemotongan gaji polisi dan PNS di negeri itu hingga 50 persen.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianmassa.id
Artikel Terkait
Joe Biden Meninggal 2019? Fakta Mengejutkan di Balik Klaim Epstein Files
Lavrov Bongkar Satanisme Elite Barat: Inikah Wajah Asli Deep State yang Terungkap dari Dokumen Epstein?
Dokumen Rahasia Terungkap: Surat Kematian Jeffrey Epstein Terbit SEBELUM Ia Ditemukan Tewas!
Misteri Wajah di Uang $20: Benarkah Jeffrey Epstein Adalah Reinkarnasi Andrew Jackson?