Sementara itu, Houthi menyebut serangan ke Yaman tersebut sebagai biadab. Pada hari Jumat kemarin, mereka mengatakan akan terus menargetkan kapal-kapal yang menuju ke Israel dan mengancam akan melakukan pembalasan.
Yahya Saree, juru bicara Houthi, mengatakan bahwa telah terjadi 73 serangan yang menghantam 5 wilayah di Yaman yang berada di bawah kendali mereka. Lima orang dikabarkan tewas dan 6 lainnya terluka.
“Amerika dan Inggris memikul tanggung jawab penuh atas agresi kriminal mereka terhadap rakyat Yaman, dan itu tidak akan luput dari pertanggungjawaban dan hukuman,” kata Saree.
Baca Juga: Siapakah Houthi? Kelompok Bersenjata yang telah Merepotkan AS dan Sekutunya di Laut Merah
Mohammed Abdul Salam, kepala negosiator dan juru bicara Houthi, menggambarkan AS dan Inggris telah melakukan kebodohan dengan agresi berbahaya ini.
“Mereka salah jika mereka berpikir bahwa mereka akan menghalangi Yaman untuk mendukung Palestina dan Gaza,” tulisnya secara online.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bicaraberita.com
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!
Solar Vietnam Naik 105%! Dampak Konflik Timur Tengah 2026 yang Bikin Warga Beralih ke Sepeda