DKLIKNEWS - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Selasa mengumumkan beragam langkah mulai dari mengatur waktu pemakaian perangkat bagi anak-anak hingga meningkatkan pembayaran cuti orang tua dalam upaya untuk menghidupkan kembali mandat kedua yang dirusak oleh ketidakpopulerannya dan reformasi yang diperebutkan.
Dalam konferensi pers yang jarang terjadi dan memakan waktu lama, Macron memusatkan perhatian pada kekhawatiran pemilih sehari-hari, termasuk sekolah dan biaya hidup, menegaskan bahwa ia ingin membuka lembaran baru mengenai reformasi pensiun dan imigrasi yang diperebutkan tahun lalu.
“Prancis akan lebih kuat dalam dunia yang penuh gejolak ini jika kita lebih bersatu,” katanya. “Saya yakin bahwa kami memiliki semua aset yang kami perlukan untuk sukses.”
Baca Juga: Perancis Mendeteksi Flu Burung Di Peternakan Bebek Yang Divaksinasi
Ketidakpuasan atas melonjaknya biaya hidup dan reformasi tahun lalu telah berdampak serius terhadap peringkat Macron, dan peluangnya dalam pemilihan Parlemen Eropa pada bulan Juni, di mana partainya tertinggal jauh di belakang National Rally sayap kanan Marine Le Pen.
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!