Pernyataan-pernyataan Putin mengenai jalannya perang menjadi semakin percaya diri dan agresif dalam beberapa bulan terakhir, seiring dengan kegagalan serangan balasan Ukraina dalam memberikan keuntungan besar terhadap pasukan Rusia yang sudah mengakar kuat.
Rusia saat ini menguasai 17,5% wilayah Ukraina.
Baca Juga: Macron Menjanjikan Beragam Reformasi Untuk Perancis Ketika Ia Berupaya Mengatur Ulang Kebijakannya
Putin mengatakan pembicaraan tentang negosiasi adalah "sebuah upaya untuk memotivasi kita agar meninggalkan kemajuan yang telah kita capai selama satu setengah tahun terakhir. Namun hal ini tidak mungkin. Semua orang memahami bahwa hal ini tidak mungkin."
Formula perdamaian yang dikemukakan oleh Zelenskiy antara lain menyerukan pemulihan integritas wilayah Ukraina, penghentian permusuhan dan penarikan pasukan Rusia.
Rusia mengatakan setiap negosiasi harus mempertimbangkan “realitas baru” yang diciptakan oleh pasukannya di lapangan.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: dkliknews.com
Artikel Terkait
Trump Tunda Lagi Serangan ke Iran: Deadline Baru 6 April 2026, Apa Strategi di Balik Perpanjangan 10 Hari Ini?
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang