Pasalnya, banyak negara di dunia termasuk Eropa sendiri lebih suka belanja armada tempur udara dari Amerika Serikat terutama F-35 yang menjadi top of mind di kalangan militer internasional.
Bahkan, Prancis yang memiliki pabrikan Dassault Aviation terkesan sangat bergantung dengan Rafale sebagai tulang punggung industri dirgantara mereka.
Selain memasarkan ke mancanegara, pabrikan tersebut baru-baru ini juga menjual varian terbaru jet tempur itu untuk pemasaran domestik (dan akan segera diproduksi).
Mengenai dicabutnya penolakan Arab Saudi untuk membeli Eurofighter Typhoon, hal ini tak lepas dari bagaimana negara tersebut memastikan Israel selalu dalam posisi aman saat berperang.
Negeri Petrodolar itu diketahui memiliki sistem pertahanan udara yang sukses mencegat peluru kendali dan drone kamikaze Houthi yang hendak mengarah ke negara pimpinan PM Benjamin Netanyahu itu.
"Pemerintah Jerman tidak akan menghalangi gagasan Inggris untuk menjual lebih banyak jet tempur Eurofighter Typhoon ke Arab Saudi. Arab Saudi adalah kontributor utama keamanan Israel, dan negara Arab juga membantu mencegah risiko konflik yang lebih luas di kawasan," kata Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock sebagaimana dikutip polhukam.id dari laman Defence Security Asia pada Rabu, 24 Januari 2024.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!