Koplow mengungkapkan kekecewaannya atas reaksi berlebihan Israel terhadap pengibaran bendera Palestina. Namun dia tidak menyebutkan bahwa ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengkriminalisasi ekspresi kebangsaan Palestina, dan simbol identitas mereka.
"Bendera Palestina adalah tampilan ideologi dan emosi, dan memperlakukannya seperti senjata akan membuatnya lebih kuat dan lebih populer sebagai simbol," ujar Koplow, menunjuk pada standar ganda terhadap Pawai Bendera oleh nasionalis Israel.
Koplow mengatakan, ada ironi tertentu ketika Israel berargumen bahwa, Pawai Bendera yang melalui Kota Tua adalah sebuah tindakan yang legal dan tidak boleh ditafsirkan sebagai hasutan atau ancaman terhadap Palestina.
Sementara pada saat yang sama, pengibaran bendera Palestina dianggap ilegal, dan ditafsirkan sebagai hasutan serta ancaman terhadap Israel.
“Israel memiliki negara dan beroperasi dari posisi kekuasaan, dan Palestina tidak memiliki negara dan beroperasi dari posisi lemah. Ketidakseimbangan struktural itu secara teori seharusnya membuat orang Israel kurang sensitif terhadap aspek simbolis nasionalisme Israel dan Palestina, tetapi ternyata tidak," kata Koplow.
Koplow mengatakan, fakta keberadaan dan kekuatan militer Israel belum cukup untuk mengurangi rasa tidak aman di Israel. Sementara bendera Palestina masih diperlakuka sebagai ancaman fisik yang dinilai dapat memadamkan Zionisme atau keberadaan Israel.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!