Melalui aplikasi pesan Telegram, Sladkov mengatakan bahwa pejabat militer itu, Mayor Jenderal Roman Kutuzov, terbunuh di Ukraina timur.
Tidak segera diketahui kapan dan di mana tepatnya Kutuzov tewas. Belum juga ada komentar langsung dari Kementerian Pertahanan Rusia. Namun, laporan kematian Kutuzov telah menambah serangkaian figur militer Rusia berpangkat tinggi yang mati selama invansi.
Pasukan Rusia saat ini telah mengintensifkan serangannya untuk merebut Sievierodonetsk, kota utama di wilayah Donbas timur Ukraina yang menjadi sasaran Moskow usai gagal merebut ibu kota Kyiv di awal perang.
Kremlin, sementara itu, telah mengklasifikasikan kematian militernya sebagai rahasia negara bahkan di masa damai.
Negara ini juga belum memperbarui angka resmi korbannya akibat perang sejak 25 Maret, ketika dikatakan bahwa 1.351 tentara Rusia telah tewas sejak dimulainya 'operasi militer' pada Februari.
Namun, sejauh ini, diperkirakan bahwa Rusia kehilangan setidaknya 15 ribu tentara dalam perang, atau mungkin bisa lebih. Dan di antara yang tewas itu, kata media Ukraina dan Barat, ada setidaknya 12 jenderal Rusia yang terbunuh.
Pada Senin (6/6/2022), kementerian pertahanan Inggris juga mengatakan bahwa Rusia tampaknya telah menderita kerugian yang signifikan di antara para perwira menengah dan juniornya.
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Jantung Israel Jika AS Berani Menyerang: Apakah Perang Besar Tak Terhindarkan?
Bill Gates & Dokumen Epstein: Fakta Mengejutkan Klaim Penyakit Kelamin yang Dibantah Tegas
Dibalik Panggung Saudi: MBS & Adiknya Berebut Pengaruh, Siapa yang Akan Menang?
10 Nama Besar yang Muncul dalam Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein: Dari Elon Musk hingga Pangeran Andrew