Wahai KPK, Kemana Firli Bahuri? 'Mimpi Buruk Yang Kita Tabuh Sendiri'
Oleh: Ali Syarief
Akademisi
Firli Bahuri itu seperti batu yang dilempar ke telaga: keras, gaduh, lalu tenggelam diam-diam. Bekas riaknya memantul lama di permukaan, tapi tubuhnya entah ke mana.
Kita pernah mencatatnya dalam rapat-rapat pemberantasan korupsi, menepuk dada, menggenggam mikrofon, dan menyalakan semangat anti-korupsi seperti orator jalanan yang kelebihan keyakinan.
Kini, dalam lipatan-lipatan berita yang makin rapat, nama Firli lenyap. Hilang tanpa pamit.
Maka saya pun bertanya, seperti seorang anak kecil kehilangan layang-layang di senja hari: ke mana Firli Bahuri?
Masihkah ia punya alamat di republik ini, ataukah sudah hijrah ke negeri dongeng, tempat para pendekar anti-korupsi menjelma menjadi legenda yang tak dikenang?
Sementara itu, di Gedung Merah Putih, lembaga yang dulu ia pimpin kini seperti kereta yang melaju tanpa masinis.
Jadwal pemeriksaan tunda-menunda, kesaksian berubah-ubah, dan pemanggilan seperti upacara yang kehilangan sakralitasnya.
KPK memanggil lagi Luqman Hakim—bukan panglima perang Islam masa silam, tapi staf khusus dari masa lalu yang dibawa kembali oleh masa kini.
Ah, nama-nama seperti Luqman, SH, HYT, DA, JMS—lebih mirip susunan puzzle kriminal daripada barisan reformis.
Ini seperti menonton pertunjukan lawas, tapi dengan aktor baru dan skenario yang makin berbelit.
Artikel Terkait
Viral! Alas Seprei Bunga di Video KKN Lombok Timur 13 Menit, Ini Fakta yang Terungkap
BPJPH Buka Suara: Daging Babi & Alkohol Boleh Dijual, Asal Patuhi Aturan Ini!
Toyota New Veloz Hybrid EV Resmi di Surabaya: Harga Mulai Rp 303 Juta, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya!
Noel Bongkar Modus Jebak Pejabat: Purbaya Tinggal Sejengkal Lagi Masuk KPK!