POLHUKAM.ID - Ada kebijakan yang berbeda alias tak selaras antara menteri-menteri Presiden Prabowo Subianto.
Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding menyarankan masyarakat agar bekerja di luar negeri untuk mengatasi angka pengangguran.
Pandangan berbeda justru diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli.
Dia mengatakan, warga negara Indonesia (WNI) tidak perlu ke luar negeri untuk mencari peluang kerja.
Yassierli menyebut masih banyak peluang dari program pemerintah yang dapat mengatasi angka pengangguran.
Menurutnya, bekerja ke luar negeri menjadi solusi terakhir dari kebutuhan lapangan pekerjaan di dalam negeri.
Perbedaan pandangan dan kebijakan antara para menteri pembantu Presiden Prabowo Subianto ini berpotensi menimbulkan kebingungan di masyarakat.
Kebijakan berbeda antara menteri yang menangani sektor yang sama akan menimbulkan keraguan pada program pemerintah.
Sebelumnya, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding menyarankan masyarakat agar bekerja di luar negeri untuk mengatasi angka pengangguran di Indonesia.
Karding menyampaikan sarannya kepada masyarakat agar bekerja di luar negeri saat menghadiri peresmian Migrant Center di Gedung Prof. Soedarto, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Kamis (26/6/2025).
Dia menilai kesempatan kerja di luar negeri cukup besar.
Mencari kerja di luar negeri dapat mendorong penurunan pengangguran terbuka di Jawa Tengah.
Pengangguran di Jawa Tengah saja menurut Menteri Karding mencapai 1 juta orang yang belum dapat terserap di lapangan kerja.
"Anda (mahasiswa) calon (tenaga kerja) yang tidak terserap, maka segera berpikir ke luar negeri," kata Karding.
Artikel Terkait
Bukan Dibangun Pakai Uang Rakyat! Ini Fakta Mengejutkan di Balik Masjid Jokowi di Abu Dhabi
Bayar Utang Whoosh dengan Uang Koruptor? Ini Rencana Kontroversial Prabowo
Maxim Indonesia: Rahasia Pesan & Daftar Driver untuk Hasilkan Cuan!
Prabowo Gaspol! Whoosh Tak Cuma ke Surabaya, Tapi Diteruskan Sampai Ujung Jawa Timur