Menurutnya, Jokowi perlu mengabulkan keinginan publik dan dorongan dari PDIP agar reshuffle benar-benar dilakukan dalam waktu dekat ini.
Ritonga juga curiga, apa yang disampaikan politikus PDIP Masinton Pasaribu yang meminta Jokowi segera merombak menterinya bukan sekadar mewakili pribadinya saja.
Dia menduga, suara yang disampaikan Masinton bisa disimpulkan sebagai pesan yang berasal dari PDIP. Apalagi, kata dia, banteng sudah cukup kesal dengan wacana reshuffle yang selalu batal.
"PDIP sepertinya menilai Jokowi tak berani menertibkan kabinetnya," kata dia, kemarin.
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, Jokowi gamang soal reshuffle. Kata dia, jika melihat kondisi kabinet hari ini, reshuffle kabinet sudah sangat urgen. Banyak menteri yang kinerjanya jeblok. Publik pun dengan gampang bisa menilainya.
Dia menuding, Jokowi sepertinya tidak menjadikan hal tersebut sebagai fokus utama pemerintah. Menurut dia, fokus Jokowi saat ini adalah menyukseskan tiga agenda utama yaitu skenario untuk tiga periode.
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!