Sebelumnya, Indonesia pernah mendapat penghargaan serupa di masa kepemimpinan Soeharto pada tahun 1989. Dengan begitu, penghargaan UNPA yang didapat pada tahun 2022 ini merupakan perolehan kedua bagi Indonesia.
Dalam sambutannya pada saat mewakili BKKBN menerima penghargaan UNPA 2022, Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN Muhammad Rizal Martua Damanik mengucapkan rasa bangganya atas penghargaan yang didapat. Damanik mengatakan bahwa penghargaan tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama antarpihak.
Dia juga mengatakan bahwa BKKBN didirikan sebagai tindak lanjut dari gerakan KB yang telah berkontribusi dalam pembangunan nasional dan internasional. Pada perkembangan nasional, kata Damanik, BKKBN berhasil mengurangi TFR di Indonesia dari angka 5,6 menjadi 2,2 anak per perempuan selama tahun 1979 hinggal 2000.
"Selain itu, pertumbuhan penduduk Indonesia menurun dari 2,31 per tahun pada 1971-1980 menjadi 1,25 persen per tahun pada 2010-2020. Selain itu, mengurangi dampaknya terhadap layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Perubahan jumlah penduduk ini pada akhirnya membawa perbaikan taraf hidup di Indonesia," kata Damanik.
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!