“Mereka ini non-state actor, tapi pengaruhnya sangat besar. Langkah kebijakan negara mereka sering sejalan dengan usulan kelompok kapitalis global itu,” ujarnya.
Menurut Hendropriyono, tujuan utama pihak asing itu jelas: melemahkan Indonesia dengan cara menjajah melalui jalur ekonomi.
Isu-isu provokatif seperti “bubarkan DPR” sengaja didorong untuk memicu kekacauan politik dan instabilitas nasional.
“Tujuannya sama saja sejak dulu menjajah. Bedanya, dulu dengan peluru dan bom. Sekarang dengan provokasi, propaganda, dan ekonomi. Kalau kita diam saja, habis kita,” kata Hendropriyono mengingatkan.
Aksi Ricuh Beruntun di DPR
Seperti diketahui, aksi massa menolak tunjangan berlebih anggota DPR RI pada 25 Agustus 2025 berakhir ricuh.
Bentrokan kembali pecah pada 28 Agustus 2025, di mana sebagian mahasiswa dan pelajar membawa tuntutan ekstrem, termasuk menyerukan pembubaran DPR.
Kericuhan meluas dengan pelemparan batu, pembakaran ban, hingga perusakan fasilitas umum. Aparat terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Sumber: Tribun
Artikel Terkait
Deretan Eks Panglima TNI dari Andika Perkasa hingga Gatot Nurmantyo Kompak Temui Menhan, Ada Sinyal Apa?
Selat Malaka Vs Selat Hormuz: Gila! RI Mau Tarik Pajak Kapal Asing, Singapura Langsung Murka
Golkar Setuju! Pembatasan Jabatan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode, Ini Alasannya
Syekh Ahmad Al Misry Ditantang Mubahalah: Ritual Laknat Allah Jadi Jalan Terakhir Pembuktian?