Sebagian analis menduga rudal tersebut menargetkan Israel, namun lintasannya yang melewati wilayah udara Saudi memicu respons dari sistem pertahanan kerajaan.
Konteks ini menjadi krusial, mengingat hanya sehari sebelumnya, militer Israel mengklaim telah berhasil menembak jatuh sebuah rudal yang ditembakkan dari arah Yaman.
Klaim tersebut muncul sesaat setelah Israel melancarkan serangan udara brutal ke Sanaa, ibu kota Yaman, dan Provinsi Jawf.
Serangan Israel itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 46 orang dan melukai lebih dari 160 lainnya, yang disebut menargetkan kompleks militer Houthi.
Serangan balasan dari Yaman seolah menjadi keniscayaan setelah rentetan provokasi tersebut, termasuk serangan mematikan bulan lalu yang menewaskan Perdana Menteri Houthi, Ahmed Ghaleb Nasser al-Rahawi, beserta sembilan menterinya.
Peristiwa itu dianggap sebagai pukulan paling telak terhadap kepemimpinan Houthi dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Arab Saudi masih memilih untuk bungkam.
Tidak ada pernyataan resmi yang dikeluarkan untuk mengonfirmasi atau menyangkal laporan pencegatan rudal di atas Madinah.
👇👇
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya
Rahasia Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kunci: Isu Polri, Gaza, dan Pemberantasan Korupsi Terbongkar!
Ancaman Pistol Ussama ke Bayi Ressa: Fakta Kelam yang Ditutupi Denada Selama 24 Tahun
Santunan Rp15 Juta Cair! Ini Rincian Bantuan Lengkap Kemensos untuk Korban Banjir Sumatra