Hal itu terjadi setelah pertemuan puncak yang diselenggarakan bersama oleh Prancis dan Arab Saudi pada Senin lalu terkait nasib solusi dua negara.
Dalam pertemuan tersebut, hampir sepuluh negara, termasuk Prancis, Inggris, Kanada, dan Australia, secara resmi mengakui Negara Palestina, yang memicu kemarahan Israel.
Sejauh ini, 151 dari 193 negara anggota PBB telah mengakui Negara Palestina.
Menanggapi hal itu, Netanyahu menegaskan sebelum berangkat ke New York ia akan mengecam para pemimpin yang, alih-alih mengutuk para pembunuh, justru ingin memberikan mereka sebuah negara di jantung tanah Israel.
Ia kembali menegaskan bahwa negara Palestina tidak akan pernah terwujud.
Netanyahu sebelumnya juga menegaskan pemerintahannya akan memperluas permukiman di Tepi Barat yang diduduki, bahkan beberapa menteri garis keras dalam kabinetnya menyerukan pencaplokan penuh atas Tepi Barat dan penguasaan wilayah tersebut.
Namun, Trump untuk pertama kalinya mengambil sikap publik terkait isu ini pada Kamis setelah bertemu dengan perdana menteri Israel.
Presiden AS itu menegaskan tidak mengizinkan Israel menguasai wilayah tepi barat Palestina.
"Saya tidak akan mengizinkan Israel mencaplok Tepi Barat. Itu tidak akan terjadi."
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Roy Suryo Cs Gugat KUHP & UU ITE ke MK: Dituduh Pencemaran Nama Baik Gara-Gara Teliti Ijazah Jokowi
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran