Ancaman bagi Kedaulatan Negara
Ubedilah menegaskan bahwa kehilangan kendali atas infrastruktur strategis seperti Kereta Cepat Whoosh sama dengan menjual kedaulatan Republik Indonesia. Transportasi umum, terutama jalur cepat Jakarta-Bandung, merupakan urat nadi penting dalam dinamika negara.
Kekhawatirannya tidak berhenti pada kereta cepat. "Ancaman, ini baru kereta cepat, misalnya nanti lama-lama bandara, lama-lama pelabuhan. Kalau semua wilayah strategis dikuasai oleh negara asing, kita seperti enggak punya kedaulatan!" ujarnya. Situasi ini dinilai sangat berbahaya, terutama jika negara berada dalam kondisi krisis atau perang.
Peringatan yang Sudah Lama
Ubedilah mengungkapkan bahwa sejak awal, ia termasuk dalam kelompok yang kontra terhadap pembangunan proyek Kereta Cepat Whoosh. Namun, keputusan Presiden Joko Widodo untuk beralih dari kerja sama dengan Jepang ke China tetap dijalankan.
"Joko Widodo [harus tanggung jawab] karena dia yang membuat kebijakan itu menjadi nyata," pungkasnya.
Artikel Terkait
Travel Pekanbaru-Padang Terjun ke Jurang Lembah Anai, Begini Kronologi dan Nasib 7 Penumpangnya
Dokter Tifa Akan Terbang ke Jepang: Benarkah Gelar Akademik Rismon Sianipar Palsu?
Oknum Polisi Terima Fee Rp 16 Miliar dari Proyek Bekasi, KPK Beberkan Modus Makelarnya!
Hasil Uji Forensik Ijazah Jokowi Terungkap: Ini Kata Labfor Polda Metro Jaya Soal Kertas, Embos, dan TTD