Roy juga mempertanyakan status UTS di Australia, yang menurutnya hanya merupakan lembaga kursus atau matrikulasi, bukan lembaga pendidikan formal. Ia menyebut bahwa masa studi matrikulasi seharusnya antara 9 hingga 12 bulan, sementara Gibran hanya menempuh pendidikan selama 6 bulan dan dinyatakan tidak lulus.
Berdasarkan temuan-temuan tersebut, Roy Suryo mendesak agar SK kelulusan Gibran dicabut. Jika hal itu terjadi, maka syarat Gibran untuk menjabat sebagai wakil presiden dianggap gugur, dan ia berhak dimakzulkan.
Di sisi lain, Kurnia Tri Royani menegaskan bahwa tujuan kedatangan mereka adalah untuk mencari kebenaran. Ia mengutip adagium "ubi jus, ibi remedium" yang berarti di mana ada hak, di situ ada upaya pemulihan. Menurutnya, keadilan harus diperjuangkan dan tidak didapatkan secara gratis.
Artikel Terkait
Wali Kota Madiun Ditangkap KPK! Ini Rincian Kekayaan Rp16,9 Miliar yang Bikin Heboh
Timothy Ronald Dilaporkan Lagi! Agnes Stefani Bongkar Modus Penipuan Crypto yang Rugikan Rp1 Miliar
Kiai Berfatwa: PBNU Haram Biarkan Koruptor Menjabat, Siapa Saja yang Bakal Dicopot?
Rian DMasiv Dituding Child Grooming: Pengakuan Korban Sejak Usia 12 Tahun Bikin Heboh!