Bantahan dan Kecaman dari Venezuela
Pemerintah Venezuela mengecam keras pernyataan Trump tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran berat hukum internasional. Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan pejabat tinggi lainnya secara tegas membantah tuduhan yang dilayangkan AS. Mereka menegaskan bahwa isu narkoba hanyalah alasan yang digunakan Presiden Trump untuk menyerang Venezuela.
Pengerahan Militer Besar-besaran oleh Kedua Belah Pihak
Eskalasi ketegangan ini ditandai dengan pengerahan kekuatan militer yang signifikan dari kedua negara. Militer AS sebelumnya telah mengerahkan beberapa kapal perang, termasuk tiga kapal destroyer, kapal serbu amfibi, dan kapal selam nuklir, bersama hampir 4.500 marinir ke Karibia. Menanggapi hal ini, Presiden Maduro juga mengerahkan 25.000 personel militer untuk menjaga perbatasan Venezuela, termasuk di laut, guna mengantisipasi situasi yang semakin memanas.
Artikel Terkait
Gaji Sopir MBG Rp3 Juta? Ini Fakta Mengejutkan yang Bikin Guru Honorer Viral!
Guru SD di Tangsel Diduga Cabuli Belasan Murid: Kronologi dan Aksi yang Sudah Dilakukan
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan: Toba Pulp Lestari Tbk Kena Pukulan Telak, Ini Dampaknya!
Kepala Basarnas: Hampir Mustahil Ada yang Selamat, Tapi Tim SAR Masih Berharap Mukjizat di Maros