Roy menambahkan, aturan ini menguatkan dugaan adanya pemufakatan jahat antara KPU dengan pihak tertentu. Tujuannya untuk menyamarkan riwayat pendidikan Gibran dalam pemberkasan administrasi pencalonan Pilpres 2024. Roy dengan tegas menyebut tindakan Gibran sebagai sebuah penipuan.
Klaim Temuan Baru dari Kemendikdasmen
Roy Suryo mengaku mendapatkan fakta baru dari kunjungannya ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Menurut keterangan yang ia terima dari pejabat di sana, riwayat pendidikan Gibran di Singapura (Orchid Park Secondary School) ternyata setara dengan SMP plus satu tahun, bukan SMA penuh.
Ia juga menyatakan kekecewaannya karena tidak dapat melihat dokumen aslinya secara langsung, dengan alasan dari Kemendikdasmen bahwa data akan dibuka jika ada putusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Selain itu, Roy menyebut ada ketidakcocokan antara keterangan lisan dari Kemendikdasmen dengan SK penyetaraan yang diterbitkan untuk Gibran, menambah tanda tanya besar terhadap keabsahan dokumen pendidikan tersebut.
Artikel Terkait
Panic Buying BBM Sumatera: SPBU Penuh Antrean, Benarkah Harga Akan Naik Drastis?
Vidi Aldiano Meninggal: Fakta Perjuangan 7 Tahun Lawan Kanker Ginjal & Lagu Hits yang Abadi
Skandal Chat Mesra Aditya Triantoro (Nussa Rara) Terbongkar: Inisial D dan Pengakuan Mantan Istri
Vidi Aldiano Meninggal: Fakta Kanker Ginjal Stadium 3 yang Dianggapnya Hadiah dari Tuhan