Kecaman juga datang dari dalam negeri. Beberapa warga Jakarta melalui akun media sosial mereka mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk memecat Ainul Yaqin dari posisinya sebagai Komisaris Transjakarta.
Pengguna @elisa_jkt mengaku telah mengirim surat tuntutan pemberhentian, sementara @marukonahu menyatakan ketidakpantasannya menjadi komisaris karena ancaman kekerasan yang disampaikan.
@isuzucarpenter juga menegaskan, "Sebagai akamsi kagak setuju lah orang kayak die jadi komisaris. Akhlak-nye ga ada."
Latar Belakang Kontroversi Orasi Ainul Yaqin
Kontroversi ini berawal dari rekaman orasi Ainul Yaqin yang mengenakan jaket Ansor, dimana dia mengancam akan "menggorok leher" sebagaimana yang dilakukan Banser terhadap PKI. Pernyataan "Halal darah kalian" dalam orasinya ini memicu gelombang kecaman.
Pernyataan ini dinilai ironis mengingat posisinya yang strategis sebagai Komisaris Transjakarta, Ketua GP Ansor DKI Jakarta, dan Tenaga Ahli Menteri Agama RI, serta statusnya sebagai hafizh Quran.
Artikel Terkait
Bareskrim Gerebek Markas Judol Internasional: 320 WNA Diringkus, Bos Masih Buron!
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia