Kecaman juga datang dari dalam negeri. Beberapa warga Jakarta melalui akun media sosial mereka mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk memecat Ainul Yaqin dari posisinya sebagai Komisaris Transjakarta.
Pengguna @elisa_jkt mengaku telah mengirim surat tuntutan pemberhentian, sementara @marukonahu menyatakan ketidakpantasannya menjadi komisaris karena ancaman kekerasan yang disampaikan.
@isuzucarpenter juga menegaskan, "Sebagai akamsi kagak setuju lah orang kayak die jadi komisaris. Akhlak-nye ga ada."
Latar Belakang Kontroversi Orasi Ainul Yaqin
Kontroversi ini berawal dari rekaman orasi Ainul Yaqin yang mengenakan jaket Ansor, dimana dia mengancam akan "menggorok leher" sebagaimana yang dilakukan Banser terhadap PKI. Pernyataan "Halal darah kalian" dalam orasinya ini memicu gelombang kecaman.
Pernyataan ini dinilai ironis mengingat posisinya yang strategis sebagai Komisaris Transjakarta, Ketua GP Ansor DKI Jakarta, dan Tenaga Ahli Menteri Agama RI, serta statusnya sebagai hafizh Quran.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras