Setelah dijemput polisi dari Perkampungan Adat di Merangin, Jambi, Bilqis menceritakan pengalamannya kepada sang ayah, Dwi Nurmas (34). Balita itu mengaku diperlakukan layaknya anak dan sempat makan mi selama berada di lokasi. Ia juga menyebutkan melihat banyak anjing di perkampungan tersebut.
Menurut sang ayah, terjadi perubahan perilaku pada Bilqis pasca-trauma. Bocah itu kini menjadi lebih agresif, keras dalam bertindak, dan cenderung tidak sabar jika menginginkan sesuatu.
Modus dan Kronologi Penculikan Bilqis
Modus penculikan dilakukan dengan cara yang terencana. SY sengaja membawa kedua anak kandungnya ke Taman Pakui untuk memancing Bilqis bermain. Saat ayah korban, Dwi Nurmas, asyik bertanding tenis, SY membawa kabur Bilqis. Motif pelaku utama adalah keterbatasan ekonomi.
Kronologi Lengkap:
- Minggu, 2 Nov 2025: SY menculik Bilqis dari Taman Pakui Sayang dan membawanya ke indekos.
- SY menawarkan Bilqis via Facebook dengan akun "Hiromani Rahim Bismillah".
- NH berminat, terbang dari Jakarta ke Makassar, dan membeli Bilqis dari SY seharga Rp3 juta.
- NH membawa Bilqis terbang ke Jambi (transit di Jakarta) dan menjualnya ke AS dan MA seharga Rp15 juta dengan dalih adopsi.
- AS dan MA kemudian menjual Bilqis ke sebuah kelompok suku di Jambi dengan harga Rp80 juta.
- Sabtu, 8 Nov 2025: Bilqis ditemukan di Merangin, Jambi.
- Minggu, 9 Nov 2025: Bilqis kembali ke orang tuanya di Makassar.
Kapolda Sulsel menyatakan sindikat ini beroperasi melalui grup Facebook dan WhatsApp berkedok adopsi ilegal. Penyidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan perdagangan anak ini lebih luas.
Artikel Terkait
Polisi Tabrak 4 Motor di Asahan, Panik dan Kabur Dikejar Massa: Ini Kronologi Lengkapnya!
Ressa Rizky Rossano vs Denada: Fakta Mengejutkan Klaim Anak Kandung & Tuntutan Miliaran Rupiah
Eggi Sudjana dan Pengkhianatan Politik: Limbah Peradaban yang Selalu Berulang
Viral! Petugas Kemenhub Dituding Pungli Rp150 Ribu ke Mobil Bantuan Aceh, Ternyata Ini Faktanya