Meski demikian, perkembangan detail penyidikan belum diungkap lebih lanjut. Richard Lee semula dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 23 Desember 2025. Namun, pemeriksaan itu tertunda karena pihak tersangka meminta penjadwalan ulang.
"Kalau yang kami dapat keterangan dari penyidik ini, dia minta reschedule. Apabila pada 7 Januari tidak ada pemberitahuan kehadiran, maka akan dilayangkan panggilan kedua setelah tanggal 7 Januari," jelas Reonald Simanjuntak.
Kasus ini berawal dari perseteruan publik antara Richard Lee dan Doktif seputar produk dan layanan kecantikan. Perselisihan tersebut kemudian berkembang dan berujung pada saling melaporkan ke pihak berwajib.
Di sisi lain, berdasarkan laporan dari Richard Lee, Dokter Samira Farahnaz (Doktif) juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Artikel Terkait
WNA China Dalang Utama Penipuan eTilang Palsu, Begini Modusnya yang Rugikan Korban Miliaran!
PDIP Bongkar Fakta Mengejutkan: Anggaran Pendidikan Dipotong Rp223,5 Triliun untuk Program Ini!
Dokumen Epstein yang Hilang: Bukti Kuat Transparansi AS Hanya untuk Rakyat Biasa?
Ibu Tiri di Sukabumi Aniaya Anak Tiri 12 Tahun Hingga Tewas: Motifnya Bikin Geram!