Keluarga menyebut data ini sebagai harapan baru di tengah penantian panjang. Mereka mendesak agar proses pencarian dan evakuasi dilakukan secara maksimal dan hati-hati.
Di sisi lain, Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa cuaca di Gunung Bulusaraung masih tidak menentu. Hujan dan angin kencang sering menjadi tantangan berat bagi tim SAR gabungan.
Meski demikian, operasi pencarian terus difokuskan di empat sektor, dari puncak gunung hingga lereng arah Kabupaten Maros. "Kita berupaya dengan situasi yang ada, kita ingin menemukan korban dalam kondisi hidup. Tantangan terbesar saat ini adalah alam dan cuaca," tegas Syafii.
Operasi SAR untuk menemukan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan masih terus berlanjut, didorong oleh temuan data terbaru yang memberikan secercah harapan.
Artikel Terkait
Mojtaba Khamenei: Sosok Kontroversial Calon Pengganti Pemimpin Iran yang Ditakuti AS
Ironi Hukum: Pengkritik Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar, Kini Terdakwa Ijazah Palsu?
Cara AI Mengubah Presentasi: Hemat 90% Waktu & Hasilkan Slide Pro dalam Hitungan Menit
Wajib Pakai NIK! Mulai 28 Maret 2026, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Akses YouTube, TikTok, dan 6 Medsos Lainnya