"Kita terlebih dahulu harus fokus pada restrukturisasi keuangan karena ini juga berkaitan dengan pihak Tiongkok dan keamanan fiskal dari perusahaan-perusahaan yang ada di proyek tersebut," ujar AHY.
Koordinasi dengan Seluruh Pemangku Kepentingan
Proses koordinasi tidak hanya melibatkan Kemenko Perekonomian dan Kementerian Keuangan, tetapi juga menjangkau Kementerian Perhubungan, Danareksa, dan PT KAI sebagai salah satu pemegang saham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat
Sebagai langkah konkrit, pemerintah memutuskan untuk membentuk Komite Nasional Kereta Cepat. Komite ini tidak hanya akan menangani proses restrukturisasi keuangan KCJB, tetapi juga mengkaji rencana pengembangan dan ekspansi proyek kereta cepat hingga rute Jakarta-Surabaya.
Profil Proyek KCJB Whoosh
Proyek Kereta Cepat Whoosh dibangun dengan nilai investasi sekitar 7,2 miliar Dolar AS (setara lebih dari Rp118 triliun). Sebagian besar pendanaan proyek ini berasal dari pinjaman China Development Bank.
Artikel Terkait
Panic Buying BBM Sumatera: SPBU Penuh Antrean, Benarkah Harga Akan Naik Drastis?
Vidi Aldiano Meninggal: Fakta Perjuangan 7 Tahun Lawan Kanker Ginjal & Lagu Hits yang Abadi
Skandal Chat Mesra Aditya Triantoro (Nussa Rara) Terbongkar: Inisial D dan Pengakuan Mantan Istri
Vidi Aldiano Meninggal: Fakta Kanker Ginjal Stadium 3 yang Dianggapnya Hadiah dari Tuhan