Dompet, KTP, & Buku Harian Pramugari Esther Ditemukan di Reruntuhan Pesawat IAT: Ada Pesan Misterius?

- Rabu, 21 Januari 2026 | 12:25 WIB
Dompet, KTP, & Buku Harian Pramugari Esther Ditemukan di Reruntuhan Pesawat IAT: Ada Pesan Misterius?
Barang Pribadi Pramugari Esther Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Pesawat IAT - Update Pencarian

Barang Pribadi Pramugari Esther Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Pesawat IAT

Tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah barang pribadi milik pramugari Esther Aprilita di hari keempat pencarian pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros. Penemuan ini menjadi petunjuk penting dalam proses evakuasi korban.

Detail Barang Milik Pramugari yang Ditemukan

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M Syafii, mengonfirmasi penemuan beberapa benda penting milik Esther. Barang-barang tersebut antara lain dompet, KTP, buku catatan harian (diary book), komputer tablet, dan dokumen pramugari (AC Document). Barang-barang ini ditemukan tersebar di sekitar lokasi utama reruntuhan pesawat.

Kondisi Pencarian dan Korban yang Ditemukan

Hingga laporan ini dibuat, Basarnas menyatakan baru dua jenazah yang berhasil dievakuasi dari total 10 orang di dalam pesawat. Serpihan pesawat ditemukan tersebar hingga radius 700 meter. Namun, tim SAR tetap optimis karena kondisi jenazah yang telah ditemukan masih dalam keadaan utuh.

Pesan Terakhir Pramugari Esther kepada Keluarga

Ayah Esther, Adi Saputra, mengenang komunikasi terakhir dengan putrinya pada Jumat malam, 16 Januari 2026. Dalam pesan tersebut, Esther secara tiba-tiba meminta maaf jika ada kesalahan, sebuah perilaku yang dianggap tidak biasa oleh keluarganya. Esther dikenal sebagai anak sulung yang baik dan telah berprofesi sebagai pramugari selama hampir tujuh tahun.

Harapan Keluarga dan Lanjutan Operasi SAR

Meski barang-barang pribadi Esther telah ditemukan, keluarga besar tetap berdoa dan menantikan mukjizat. Mereka masih menunggu kabar di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Sementara itu, barang bukti telah dibawa ke posko utama untuk pendataan, dan tim gabungan terus berupaya menembus medan berat Gunung Bulusaraung untuk mengevakuasi seluruh korban.

Komentar