Polisi menyatakan dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan unsur pemerasan. Namun, narasi berbeda ramai di media sosial, khususnya Instagram. Banyak akun menyebarkan cerita bahwa pelaku merekam aksi tak senonohnya, lalu mengancam akan menyebarkan video dan memeras korban.
Jerat Hoaks "Link Video Viral Gym Ambarawa"
Narasi pemerasan inilah yang dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Mereka menyebarkan isu bahwa rekaman video telah "bocor", memancing publik mencari frasa terkait. Pencarian di platform seperti TikTok hanya mengarah pada video berita, namun banyak akun mengaku memiliki "video lengkap" dan mengajak pengguna mengklik link di bio.
Ini adalah modus berbahaya. Link yang disediakan sangat mungkin mengarah ke:
- Situs phishing pencuri data pribadi dan keuangan.
- Penyebaran malware perusak perangkat.
- Iklan atau konten berbayar penipu.
- Eksploitasi lebih lanjut dengan konten ilegal.
Imbauan Penting untuk Publik
- Jangan Percaya Klaim "Link Video". Hingga saat ini, tidak ada bukti video tersebut beredar secara sah. Polisi juga tidak mengonfirmasi keberadaan video pemerasan.
- Jangan Klik Link Asal dari Akun Tidak Terpercaya. Lindungi data dan perangkat Anda dari ancaman siber.
- Hormati Korban dan Proses Hukum. Penyebaran konten eksploitasi anak adalah tindak pidana. Fokus pada dukungan bagi korban.
- Mengutamakan Sumber Berita Resmi. Selalu konfirmasi informasi dari kepolisian atau media massa terpercaya.
Artikel Terkait
Live3D AI Face Swap: Tukar Wajah di Video & Foto Gratis, Tanpa Login & Watermark!
Menkeu Purbaya Geram: Perusahaan Baja China Akui Sengaja Tipu Pajak, Mereka Bilang Lebih Murah Bayar di Belakang!
Viral! Video AI Kezia Syifa Sebut Jadi TNI Harus Keluar Ratusan Juta, Ini Faktanya
Prabowo Bongkar Rahasia Kredit Indonesia di WEF: Sejarah Tak Pernah Gagal Bayar!