Henti Jantung Mendadak: 4 Penyebab yang Sering Diabaikan dan Cara Menyelamatkan Nyawa

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 21:50 WIB
Henti Jantung Mendadak: 4 Penyebab yang Sering Diabaikan dan Cara Menyelamatkan Nyawa

Henti Jantung Mendadak: 4 Penyebab Utama dan Cara Mencegahnya

Henti jantung mendadak atau Sudden Cardiac Arrest (SCA) dikenal sebagai 'silent killer' yang dapat menyerang siapa saja, termasuk mereka yang berusia muda. Kondisi ini menjadi perhatian serius setelah menjadi penyebab meninggalnya sejumlah publik figur.

Berbeda dengan serangan jantung biasa yang disebabkan penyumbatan, henti jantung adalah gangguan kelistrikan pada jantung yang membuat organ vital ini berhenti memompa darah secara tiba-tiba. Jika tidak ditangani dalam hitungan menit, kondisi ini berakibat fatal.

4 Penyebab Utama Henti Jantung Mendadak

Memahami penyebab henti jantung adalah langkah pertama untuk pencegahan. Berikut adalah faktor-faktor risiko utamanya:

1. Penyakit Arteri Koroner

Penumpukan plak di pembuluh darah arteri koroner dapat menghambat aliran darah ke otot jantung. Kondisi ini tidak hanya memicu serangan jantung tetapi juga merusak jaringan jantung dan mengganggu sistem listriknya, yang berpotensi menyebabkan henti jantung mendadak.

2. Kardiomiopati (Otot Jantung yang Abnormal)

Kondisi di mana otot jantung menebal, melebar, atau menjadi kaku. Perubahan struktur ini membuat jantung kesulitan memompa darah secara efektif dan sangat rentan memicu aritmia atau gangguan irama jantung yang berbahaya.

3. Sindrom Genetik atau Bawaan

Beberapa orang terlahir dengan kelainan genetik pada jantung, seperti Long QT Syndrome atau Brugada Syndrome. Sindrom ini mengacaukan sinyal listrik jantung dan sering kali tidak terdeteksi hingga terjadi kejadian henti jantung yang tiba-tiba.

4. Aktivitas Fisik yang Berlebihan

Halaman:

Komentar