Klarifikasi Soal Pekerjaan Ressa sebagai Sopir
Menanggapi kabar yang menyebut Ressa bekerja sebagai sopir dengan gaji kecil, Iqbal memberikan pembelaan. Ia menyatakan bahwa hal itu merupakan bagian dari pola didik keluarga untuk menumbuhkan kemandirian dan daya juang Ressa.
"Itu pendidikan untuk anak supaya anak ini tidak manja," ungkap Iqbal. Ia juga membandingkan gaji Ressa dengan biaya hidup di Banyuwangi. "Gaji dua setengah (juta) di Banyuwangi besar tuh."
Pihak Denada menilai didikan semacam itu adalah wajar. "Bahkan kalau orang-orang Chinese gitu pendidikannya lebih keras lagi," kata Iqbal sembari menambahkan, "Bukan mengambil segi negatif 'ini kok tega jadi sopir', waduh salah kaprah itu."
Pengacara Bongkar Gaya Hidup Mewah Ressa di Banyuwangi
Iqbal membantah keras tuduhan bahwa Ressa ditelantarkan. Justru, ia membongkar fakta bahwa Ressa disebut menikmati fasilitas mewah dan gaya hidup hedon di kampung halamannya.
"Sampeyan kalau tinggal di Banyuwangi mungkin sampeyan tahu, hidupnya hedon lho untuk kelas Banyuwangi," ujar Iqbal.
Lebih lanjut, pengacara Denada itu menyebutkan bahwa berbagai fasilitas, termasuk mobil, yang dimiliki Ressa merupakan pemberian dari Denada. "Ressa ini dibiayai, difasilitasi semua ada, dikasih mobil," pungkas Iqbal.
Artikel Terkait
Longsor Bandung Barat: 60 Kantong Jenazah Ditemukan, 20 Masih Hilang – Ini Update Terbaru Pencarian!
Gatot Nurmantyo Bongkar 3 Langkah Listyo Sigit yang Dituding Alarm Darurat Demokrasi
Misteri Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah: Diantar ART, Kosong, dan Fakta Mengejutkan yang Terungkap
Jokowi Buka Suara Soal Kasus Korupsi Haji: Setiap Kasus Selalu Kaitkan Nama Saya, Tapi...