Sebagian besar model yang diproduksi merupakan penggerak 4x2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen dan didukung jaringan layanan purnajual yang luas.
Permintaan Gaikindo dan Dampak pada Industri Nasional
Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa industri nasional siap berkontribusi jika diberikan waktu yang memadai. Pemanfaatan kapasitas dalam negeri dinilai dapat mengoptimalkan produksi, menjaga stabilitas tenaga kerja, dan mendukung ekosistem industri otomotif Indonesia yang telah mapan.
“Ini juga dapat menghindari terjadinya pengurangan tenaga kerja yang saat ini berpotensi cukup tinggi karena penurunan permintaan pasar dalam negeri,” ujar Putu.
Rincian Pesanan Kendaraan dari India
Proyek kontroversial ini melibatkan dua produsen India:
- Mahindra & Mahindra Ltd: Akan memasok 35.000 unit Scorpio Pick Up.
- Tata Motors: Melalui PT Tata Motors Distribusi Indonesia, akan mengirimkan 70.000 unit yang terdiri dari 35.000 unit Yodha pick-up dan 35.000 unit truk ringan Ultra T.7.
Harapan Industri untuk Pemerintah
Gaikindo berharap kebijakan pemerintah dapat lebih mempertimbangkan optimalisasi produksi dalam negeri. Langkah ini dinilai krusial bukan hanya untuk memperkuat industri nasional, tetapi juga menjaga keberlanjutan rantai pasok dan stabilitas ketenagakerjaan di sektor otomotif Indonesia.
Artikel Terkait
Gaikindo Bongkar Rencana Impor 105.000 Mobil India: Kapasitas RI Mampu, Lalu Kenapa?
Gaikindo Buka Suara: Impor 105.000 Mobil India Ancam Industri Otomotif Nasional?
Gaikindo Bongkar Rencana Impor 105.000 Mobil India: Kapasitas Lokal Mampu, Lalu Kenapa?
Impor 105.000 Mobil India Ditolak! Gaikindo Bongkar Fakta Kapasitas Produksi RI yang Mampu Penuhi