Oknum Pengaku Polisi Aniaya 3 Petugas SPBU Cipinang, Korban Alami Memar hingga Gigi Copot
JAKARTA - Tiga karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, menjadi korban penganiayaan. Mereka mengalami luka memar hingga gigi copot setelah dianiaya seorang pelanggan yang mengaku sebagai anggota polisi.
Staf SPBU, Mukhlisin (38), mengidentifikasi ketiga korban adalah dua operator dan satu staf, yaitu Khoirul Anam, Lukmanul Hakim, dan Abud Mahmudin. Kondisi korban cukup parah.
"Khoirul Anam mendapat tamparan di pipi. Lukman di rahang sebelah kanan. Sedangkan Abud di bawah mata dan di pipi dekat mulut, hingga giginya otek (copot)," jelas Mukhlisin di lokasi kejadian, Senin (23/2/2026).
Penyebab Awal: Ketidaksesuaian Barcode Pertalite
Kejadian bermula saat terduga pelaku hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Meski nomor barcode yang ditunjukkan terdaftar, kendaraan yang digunakan tidak sesuai dengan data pada barcode tersebut.
"Peraturannya, nomor polisi dan mobil harus sesuai dengan yang terdaftar di sistem SPBU. Karena tidak sesuai, operator menyarankan untuk mengisi Pertamax sesuai SOP," tutur Mukhlisin.
Penolakan inilah yang memicu kemarahan pelanggan. Dalam video kejadian, pelaku disebut menyebut-nyebut kata "Kapolda" dan mengklaim "ini mobil jenderal".
Artikel Terkait
4 Dampak Mengerikan Awardee LPDP Dwi Sasetyaningtyas Usai Tak Mau Anak Jadi WNI: Blacklist hingga Ganti Rugi Miliaran!
Nizam 12 Tahun Tewas Penuh Luka: Ibu Kandung Bongkar Dugaan KDRT Mengerikan di Sukabumi
Ketua BEM UGM Difitnah LGBT: Ini Dalang di Balik Serangan Usai Kritik Makan Bergizi Gratis
Mengejutkan! Program Makan Bergizi Rp1,3 Triliun per Pekan Terancam Buang 62 Juta Porsi, CELIOS Ungkap Fakta