Beda Antara Kritik Pemerintah dan Hina Negara
Mahfud dengan tegas membedakan dua hal ini. Menurutnya, ketidakpuasan dan kritik harus diarahkan kepada pemerintah atau kebijakan, bukan kepada negara sebagai kesatuan rakyat, pemerintah, dan wilayah. "Yang dia keluhkan itu pemerintahnya. Jangan negaranya yang diserang," tegas Mahfud.
Dukung Sanksi, tapi Tolak Pembungkaman Kritik
Mengenai langkah pemerintah yang mem-blacklist dan menuntut pengembalian dana beasiswa, Mahfud MD menyatakan kesetujuannya. Namun, ia memberi catatan penting bahwa beasiswa negara tidak boleh menjadi alat untuk membungkam suara kritis masyarakat.
"Pendidikan yang dibiayai negara adalah kewajiban konstitusi, dan tidak boleh membungkam orang untuk berbicara. Justru perubahan sering lahir dari mereka yang berpendidikan baik," ucap Mahfud.
Ajakan untuk Berbenah dan Lakukan Perubahan Konstitusional
Di akhir pernyataannya, Mahfud MD mengajak semua pihak, terutama pemerintah, untuk berbenah. Ia menekankan bahwa perubahan harus dilakukan melalui jalur demokrasi dan konstitusional yang normal, bukan karena ledakan ketidakpuasan publik. "Kita ingin perubahan normal, demokratis. Jangan sampai meledak di tengah jalan," tandasnya.
Artikel Terkait
Syekh Ahmad Al Misry Terungkap: Modus Beasiswa, Pelecehan di Tempat Ibadah, dan Penyalahgunaan Ayat
Mata Andrie Yunus Terancam Buta: Benarkah Hanya Dendam Pribadi Seperti Klaim TNI?
Video Viral Zahra Seafood 6 Menit 40 Detik: Fakta Mengejutkan & Bahaya Link Palsu yang Mengintai
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau: Serpihan Ekor Ditemukan, 8 Orang Masih Dicari!