Kinerja Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Dipertanyakan, APBN di Bawah Tekanan
Enam bulan setelah menggantikan Sri Mulyani Indrawati, kinerja Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai mendapat sorotan tajam dari publik dan ekonom. Harapan untuk menjaga disiplin fiskal dan menenangkan pasar kini berhadapan dengan realitas angka-angka ekonomi yang mengkhawatirkan.
APBN di Bawah Bayang-Bayang Defisit Melebar
Sejumlah indikator menunjukkan tekanan serius pada pengelolaan fiskal. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, memperingatkan potensi pelebaran defisit APBN. Jika harga minyak dunia terus meningkat, defisit berisiko melebar hingga 3,3% - 3,6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), melampaui batas psikologis 3% yang selama ini dijaga untuk kepercayaan pasar.
Fiscal buffer atau cadangan fiskal Indonesia juga dilaporkan semakin menipis. Transparansi anggaran turut menjadi masalah dengan keterlambatan publikasi dokumen APBN 2026, yang dapat mempertanyakan akurasi data fiskal di mata investor global.
Peringatan dari Lembaga Pemeringkat Internasional
Sinyal peringatan datang dari lembaga pemeringkat kredit internasional. Fitch Ratings merevisi prospek peringkat kredit Indonesia menjadi negatif. Sementara itu, Moody's Investors Service juga menyoroti berbagai risiko fiskal yang muncul. Revisi ini merupakan alarm penting bagi stabilitas ekonomi Indonesia di mata dunia.
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp17.310 per Dolar AS, BI Justru Bilang Ini Saatnya Beli?
Rupiah Tembus Rp17.310 per Dolar AS! Gubernur BI Justru Bilang Ini Kabar Baik?
Rupiah Tembus Rp17.310! BI Bilang Jangan Panik, Ini Alasan di Balik Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Tembus Rp17.310! BI Sebut Nilai Tukar Sedang Undervalued—Kapan Akan Kembali Menguat?