Pembatasan Pembelian BBM Subsidi di SPBU
Untuk mencegah penyalahgunaan, pemerintah memberlakukan skema pembatasan volume harian pembelian BBM subsidi di SPBU dengan wajib mencantumkan nomor polisi. Batasan tersebut antara lain:
- Solar: Kendaraan pribadi maksimal 50 liter/hari, angkutan umum roda empat 80 liter/hari.
- Pertalite: Maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan roda empat.
Analisis Ekonom: Kemampuan APBN Sangat Terbatas
Para ekonom menilai kebijakan menahan harga BBM diperlukan untuk meredam inflasi dan gejolak sosial. Namun, kemampuan APBN dinilai sangat terbatas.
Ronny P. Sasmita dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution menyatakan kemampuan menahan harga hanya dalam hitungan beberapa bulan. Sementara Media Wahyudi Askar dari CELIOS memperkirakan APBN hanya sanggup bertahan beberapa minggu ke depan. Anthony Budiawan dari PEPS memprediksi penyesuaian harga BBM nonsubsidi bisa terjadi dalam hitungan minggu setelah stok lama habis, untuk menghindari kerugian Pertamina.
Pemerintah mengakui tekanan subsidi energi bisa membengkak hingga Rp90–100 triliun. Defisit APBN berpotensi melebar, dengan Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp420 triliun menjadi bantalan sementara.
Kesimpulan: Kenaikan Harga BBM Berpotensi Terjadi
Jika konflik di Timur Tengah berlarut dan harga minyak dunia tetap tinggi dalam 6–12 bulan ke depan, pemerintah kemungkinan besar akan melakukan penyesuaian harga BBM secara bertahap dengan disertai bantalan sosial. Untuk saat ini, kombinasi penahanan harga, penghematan energi, dan pembatasan konsumsi menjadi strategi utama menghadapi krisis energi global ini.
Artikel Terkait
Kemenag Dihujat Netizen: Rencana Dana Umat Rp1.000 Triliun Bikin Resah, Apa Motif Sebenarnya?
Misteri Pertemuan Dubes Iran dengan Megawati, JK, dan Jokowi Akhirnya Terungkap!
Tragedi Nurul Amin: Ditinggal di Tengah Salju Buffalo, Bagaimana Pengungsi Rohingya Ini Tewas Ditetapkan sebagai Pembunuhan?
Viral Perawat Joget di Ruang Operasi, Ini Sanksi Mengejutkan yang Diterima!