Pembantaian Satu Keluarga di Barito Utara: Tragedi Sengketa Tanah yang Merenggut 5 Nyawa
Barito Utara diguncang tragedi pembunuhan sadis yang menewaskan satu keluarga utuh. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam, 19 April 2026, sekitar pukul 22.00 WITA. Sebuah rumah sederhana di Dusun Benangin II, Desa Benangin, Kecamatan Teweh Timur, berubah menjadi lokasi pembantaian mengerikan akibat sengketa lahan.
Lima nyawa melayang dalam satu malam. Tanah yang menjadi sumber konflik tetap diam, sementara manusia saling membantai untuk memperebutkannya. Berikut daftar korban dalam tragedi berdarah ini:
- Cuah (55 tahun) – Kepala keluarga yang tewas mempertahankan hak dan keluarganya.
- Hasna (40 tahun) – Istri yang harus mengakhiri hidup dengan cara mengerikan.
- Tasya Haulina (17 tahun) – Gadis muda yang masa depannya dipotong habis.
- Ono (50 tahun) – Kerabat yang ikut meregang nyawa tanpa tahu maut menunggu.
- David (3 tahun) – Balita tak berdosa yang menjadi korban kerakusan orang dewasa.
Pelaku pembunuhan ini berasal dari lingkaran terdekat korban. Tiga nama mencuat sebagai tersangka utama: LK, mantan kepala desa di Kutai Barat yang seharusnya menjadi penengah konflik, bersama SA dan VN. Mereka merancang dan melaksanakan aksi brutal ini dengan niat penuh, menusuk tanpa ragu seolah nyawa manusia hanya angka yang bisa dihapus.
Artikel Terkait
Viral Pocong Depok Minta Tolong Buka Kain Kafan? Polisi Bongkar Fakta Hoaks yang Bikin Geger
Bongkar Anggaran MBG! Mahfud MD: Rp34 Miliar untuk Makan, Sisanya ke Mana?
Kejanggalan Ijazah Jokowi Terungkap! Roy Suryo Beberkan Bukti Rekayasa di Depan Publik
Rismon Tersangka! Pakar Digital Forensik Dilaporkan ke Polisi Usai Menganulir Isi Buku Gibran End Game