POLHUKAM.ID – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, membongkar fakta mengejutkan di balik tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam wawancara eksklusif di kanal YouTube Forum KEADILAN TV, Jumat (24/4/2026), Guru Besar Hukum Tata Negara UII ini mengungkap ketimpangan anggaran MBG yang fantastis dan memprihatinkan.
Mahfud MD mengungkapkan bahwa dari total anggaran triliunan rupiah yang digelontorkan untuk program unggulan MBG, serapan untuk bahan pangan justru sangat minim. "Tadi saya baru dapat, uang yang dikeluarkan MBG yang triliunan itu, yang untuk makan cuma Rp34 Miliar. Sisanya untuk apa? Biaya mobil, biaya kaos, biaya ompreng (wadah makan), dan lain-lain. Ini boros," tegas Mahfud MD dengan nada tajam.
Ia menilai ketidakefektifan anggaran ini berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Anggaran terbesar justru tersebar ke berbagai pos pengeluaran lain yang dinilai tidak krusial, seperti pengadaan kendaraan, perlengkapan, hingga biaya operasional yang dipertanyakan urgensinya. "Kalau benar angkanya seperti itu, berarti ada masalah serius dalam tata kelola. Harus diperiksa," ujar Mahfud.
Mahfud menilai kritik terhadap program MBG seharusnya dijawab Presiden Prabowo Subianto dengan perbaikan konkret, bukan sekadar narasi. Ia juga menyoroti ketidaksesuaian antara laporan di tingkat pusat dengan kondisi di lapangan, termasuk dugaan kasus keracunan massal dan distribusi yang tidak tepat sasaran. Bahkan, Mahfud mempertanyakan klaim distribusi bahan pangan dalam jumlah besar, seperti klaim yang menyebutkan MBG sudah membeli 19 ribuan sapi, yang dinilai tidak sejalan dengan fakta di daerah. "Laporannya besar, tapi realitasnya tidak terlihat," katanya.
Soroti Tata Kelola MBG
Artikel Terkait
Viral Pocong Depok Minta Tolong Buka Kain Kafan? Polisi Bongkar Fakta Hoaks yang Bikin Geger
5 Nyawa Melayang dalam Semalam! Tragedi Sengketa Tanah di Barito Utara yang Mengguncang Hati
Kejanggalan Ijazah Jokowi Terungkap! Roy Suryo Beberkan Bukti Rekayasa di Depan Publik
Rismon Tersangka! Pakar Digital Forensik Dilaporkan ke Polisi Usai Menganulir Isi Buku Gibran End Game