Selain persoalan harga, transparansi dalam dokumen pengadaan juga menjadi perhatian. Dokumen yang tersedia disebut tidak mencantumkan spesifikasi teknis secara rinci, seperti jenis bahan maupun standar kualitas produk. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas barang yang akan diterima siswa serta proses pengadaan yang dilakukan.
Tuntutan Publik untuk Penjelasan Terbuka
Publik juga menuntut adanya penjelasan yang lebih terbuka dari pihak terkait. Selain kualitas yang harus sebanding dengan harga, tentu saja proses penentuan vendor dan apakah pengawasan dilakukan dengan serius sudah dilakukan. Program untuk rakyat seharusnya membawa manfaat maksimal, bukan menyisakan kecurigaan. Tanpa keterbukaan, kepercayaan publik akan terus terkikis.
Tanggapan Menteri Sosial Soal Anggaran Sekolah Rakyat
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memberikan penjelasan terkait sorotan publik atas anggaran dalam program Sekolah Rakyat, termasuk pengadaan sepatu bagi siswa. Ia menegaskan bahwa seluruh anggaran yang dialokasikan dalam program tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik.
“Untuk penganggaran nanti detailnya bisa dikonfirmasi lebih lanjut ya. Tapi pada dasarnya penganggaran kita semua untuk siswa. Semua untuk siswa,” ujar Gus Ipul di Kantor Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Jakarta Pusat, Rabu 29 April 2026.
Menurutnya, kebutuhan siswa dalam program Sekolah Rakyat tidak hanya terbatas pada penyediaan sepatu. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk berbagai kebutuhan dasar lainnya.
“Intinya, penganggaran di Sekolah Rakyat itu semua adalah untuk kebutuhan siswa, di samping untuk kebutuhan operasional. Kebutuhan siswa apa saja? Untuk makan, untuk minum, untuk seragam, ya termasuk sepatu, dan lain sebagainya,” katanya.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Siap Serbu Monas! 4.000 Bus Bergerak ke Jakarta untuk May Day 2026
Anggota TNI AL Gebrak Ambulans di Surabaya, Begini Kronologi Lengkapnya!
5 Fitur Canggih Mitsubishi Xforce yang Bikin Aktivitas Harian Makin Praktis dan Aman
Remaja 18 Tahun Tikam Kakak Kandung hingga Tewas: Penyesalan di Balik Aksi Brutal yang Viral