Kuasa hukum korban, Andre Darmawan, pada Kamis (30/4/2026) mengungkapkan bahwa aksi bejat tersebut tidak terjadi sekali, melainkan berulang kali. Pelaku diduga memanfaatkan hubungan kekerabatan dengan korban. "Rumah pelaku dekat dengan sekolah korban. Karena masih kerabat, korban sering singgah sepulang sekolah. Situasi itu dimanfaatkan pelaku," jelas Andre. Ia menambahkan, lingkungan rumah yang seharusnya menjadi ruang aman justru menjadi lokasi terjadinya kekerasan. Pengakuan korban diperkuat dengan hasil visum yang menunjukkan tanda-tanda kekerasan fisik. "Dari pengakuan korban, perbuatan itu dilakukan berkali-kali. Hasil visum juga mengonfirmasi adanya kekerasan," tegasnya.
Pihak TNI membenarkan adanya kasus ini. Komandan Kodim 1417/Kendari, Kolonel Danny Ap Girsang, mengungkapkan bahwa terduga pelaku sempat mengakui perbuatannya saat interogasi awal di tingkat satuan. "Yang bersangkutan mengakui telah melakukan pelecehan dengan cara memegang. Namun ini masih hasil pemeriksaan awal, belum penyidikan resmi," ujarnya. Danny menambahkan, pihaknya masih mendalami intensitas kejadian, termasuk kemungkinan aksi tersebut dilakukan lebih dari satu kali.
Proses hukum sempat terkendala setelah Sertu MB melarikan diri saat menjalani pemeriksaan di Kodim. Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, membenarkan hal tersebut. "Belum sempat diserahkan ke Denpom, yang bersangkutan melarikan diri saat interogasi di satuan," jelasnya. Saat ini, Kodim 1417/Kendari telah menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap Sertu MB. Denpom XIV/3 Kendari turut melakukan pengejaran berdasarkan surat tersebut. "Kami membantu pencarian berdasarkan DPO yang diterbitkan oleh satuannya," tambah Haryadi.
Pihak TNI menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan militer.
Artikel Terkait
Ahmad Dhani Blak-blakan: Keluarga Besar Haramkan Bertemu Maia Estianty Selamanya!
Rp27,5 M untuk Sepatu Sekolah Rakyat? Gus Ipul Bongkar Fakta di Balik Harga Rp700 Ribu yang Viral
Skandal Kiai Cabul Pati: Ngaku Keturunan Nabi, Santri & Istri Orang Jadi Korban Pelecehan
Kabur dari Hukum! Kyai Pencabul Puluhan Santriwati di Pati Hilang Kontak, Polisi Siap Buru dan Tangkap