Purbaya Akui Anggaran Motor Listrik BGN Rp1,05 Triliun Lolos Karena Kecolongan Sistem
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, akhirnya buka suara terkait anggaran pengadaan motor listrik untuk Badan Gizi Nasional (BGN) yang mencapai Rp1,05 triliun. Anggaran sebesar itu digunakan untuk membeli 25.000 unit motor listrik impor, sebuah angka yang langsung menyedot perhatian publik.
Purbaya mengaku sebenarnya telah menolak rencana pembelian motor listrik tersebut sejak tahun lalu. Namun, anggaran itu tetap muncul dalam sistem dan lolos begitu saja. Ia menyebut kejadian ini sebagai bentuk “kecolongan” yang tidak seharusnya terjadi.
Menurut penjelasannya, masalah ini berkaitan erat dengan kelemahan sistem perangkat lunak milik Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Saat ini, sistem tersebut tengah dalam proses perbaikan agar celah serupa tidak kembali terulang di masa depan.
“Itu software dari Dirjen Anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin tuh. Kamu kebobolan kan? Tahun lalu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi, saya tolak,” ujar Purbaya dalam pernyataannya.
Ia juga menyoroti masih adanya celah dalam sistem pengawasan anggaran negara. Purbaya meminta agar pembaruan software dilakukan secara lebih ketat demi memaksimalkan pemantauan belanja negara.
“Pak Dirjen Anggaran akan lihat apakah belanjanya ada yang aneh-aneh apa enggak ya dengan software yang lebih baik lagi. Dulu kan Anda yang bikin software-nya kan, kok bisa bobol kita? Jadi yang bikin software SPPG itu dia, makanya saya dibobol sama dia. Tapi sekarang kita perbaiki,” lanjutnya.
Artikel Terkait
7 Alasan Kenapa Jasa Dekorasi Event Profesional Wajib Kamu Pakai Agar Acara Makin Berkesan
Kyai Ashari Buka-bukaan: Modus Licik di Balik Pelecehan Santriwati yang Baru Terungkap!
Kiai Pati Dilindungi! Pengacara Beberkan Upaya Tutupi Kasus Cabul Santriwati hingga Tawaran Suap Rp400 Juta
Bareskrim Selidiki Laporan Jusuf Kalla: Ada Misteri Dana Rp5 Miliar di Balik Isu Ijazah Jokowi?