Modus operandi pelaku dilakukan pada malam hari saat seluruh santri tertidur lelap. MZ akan datang ke kamar korban, lalu mengangkangi tubuh santri yang sedang tidur sebelum melakukan aksi pencabulan. Perbuatan keji ini dilakukan secara bergantian kepada tujuh korban yang masih berusia belia, yaitu antara 10 hingga 15 tahun.
Menurut pengakuan pelaku, ia terdorong melakukan aksi tersebut karena nafsu yang dipicu oleh kecanduan menonton film porno. "Ya, menurutnya dia nafsu karena dia memang guru ngaji ini hobinya nonton film biru," jelas Luthfie.
Meskipun para santri saling mengetahui bahwa teman mereka menjadi korban pencabulan, mereka tidak berani melapor karena rasa takut. Kasus ini baru terungkap setelah salah satu korban berani bersuara dan melaporkan MZ ke pihak berwajib. "Nah, sebenarnya korban-korban yang lain itu ada yang tahu juga gitu. Tapi memang sama-sama semuanya tidak berani ngomong karena memang takut. Nah, setelah satu orang speak up dan lapor baru kemudian yang lainnya menyampaikan," katanya.
Saat ini, ketujuh santri korban pencabulan telah mendapatkan pendampingan psikologis dan trauma healing dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Surabaya. Pihak kepolisian berharap para korban dapat pulih dari trauma dan kembali menjadi generasi muda yang cemerlang. "Dan terhadap tujuh korban ini kita bekerja sama dengan DP3A untuk dilakukan trauma healing. Kita berharap untuk tidak ada trauma terhadap anak-anak ini karena ini generasi muda cemerlang, mereka cerdas-cerdas," kata dia.
MZ kini telah ditahan di Polrestabes Surabaya dan dijerat dengan pasal berlapis. Ia disangkakan melanggar Pasal 6 Huruf C Jo. Pasal 15 Huruf G Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2002 tentang TPKS dan/atau Pasal 415 Huruf B Undang-Undang Tahun 2023 tentang KUHP terkait pelecehan seksual dan pencabulan terhadap anak.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Diborgol & Dipindahkan ke Nusakambangan! Ini Alasan di Balik Pengamanan Super Ketat
Vanessa Nabila Kembali Viral! Ikut Mangkunegaran Run 2026, Netizen Heboh
Gagal Jadi Kakak Pelindung, Pria di Makassar Setubuhi Adik Kandung hingga Hamil 3 Bulan
Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Kepung Gedung di Hayam Wuruk, Ada Apa dengan Judi Online Internasional?