Apapun hasil pertandingan hari ini, saya berharap Jakmania tetap menunjukkan kedewasaan. Datang dengan semangat, pulang dengan kehormatan. Jangan tinggalkan stadion dengan amarah yang dilampiaskan pada kursi, pagar, atau rumput. Suporter besar tidak diukur dari kerasnya teriakan, melainkan dari kemampuannya menjaga martabat kota sendiri.
Jangan pula meniru perilaku Erick Thohir dan gerombolannya yang pernah merusak rumput JIS demi kepentingan politik. Tindakan barbar ini memperlihatkan bagaimana kekuasaan bisa membuat orang rela merusak fasilitas publik hanya untuk menjatuhkan lawan politik. Publik jangan dilupakan bahwa rumput JIS dirusak bukan karena pertandingan sepak bola, melainkan karena kebencian politik yang dibungkus pencitraan.
Sepak bola seharusnya melahirkan kebanggaan, bukan kedengkian. Melahirkan persaudaraan, bukan kebisingan penuh kebencian. Menang, rayakan dengan elegan. Kalah, terima dengan bermartabat.
Dan jika hari ini ada suporter yang mampu pulang tanpa merusak apapun, tanpa menginjak rumput stadion, tanpa bertingkah barbar, setidaknya mereka telah memperlihatkan akhlak yang bahkan gagal ditunjukkan oleh Erick Thohir.
(Pegiat demokrasi)
Artikel Terkait
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Viral! Akun X Jepang Salah Sangka, Rumah Jokowi Dikira Rumah Angker Buat Uji Nyali
Harga Pertalite Ternyata Lebih Mahal dari Pertamax? Ini Fakta di Balik Strategi Bisnis Pertamina