a. Menciptakan dan menerapkan nilai-nilai luhur, khususnya gotong royong lintas budaya dalam rangka mengintegrasikan rasa hormat.
b. Menyediakan dan memicu lebih banyak lagi kegiatan pemuda dalam kampanye dan pelestarian budaya yang mempengaruhi masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai luhur.
c. Menghadirkan tokoh-tokoh, influencer aktif media sosial, sebagai ikon budaya yang berpotensi mengajak masyarakat memiliki toleransi dan kebanggaan yang tinggi terhadap budayanya masing-masing.
a. Mendidik kaum muda dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya partisipasi politik dan literasi politik mereka.
b. Memastikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi kepemimpinan dalam kelompok rentan, melalui peningkatan kapasitas di lembaga formal dan informal.
c. Pemerintah (termasuk organisasi pemuda) menyediakan platform bagi pemuda untuk berkontribusi, berpartisipasi, memantau, dan mengevaluasi proses pengambilan keputusan.
d. Memperkuat peran pemuda dalam posisi strategis eksekutif, legislatif, dan yudikatif dalam kuota 30% inklusif.
e. Mengurangi paternalistik dan patriarki di lembaga pemerintah dan swasta dengan menghapus peraturan eksklusif. (Bukan tentang usia, namun keterampilan dan potensi).
f. Perkuat mekanisme khusus untuk mendorong partisipasi langsung pemuda melalui keterlibatan mereka dalam organisasi lokal.
a. Mensinergikan pendidikan dan pelatihan media sosial serta etika digital dalam kurikulum yang inklusif dan kontekstual di setiap jenjang pendidikan.
b. Membangun program pengajaran sukarela peer-to-peer untuk keterampilan literasi digital dasar yang dapat diakses dan terjangkau, terutama bagi kaum muda yang rentan dan kurang terwakili di mana pun.
c. Memperkuat kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan informasi yang dapat ditindaklanjuti tentang SDGs melalui media sosial, hiburan, dan pemimpin muda yang berpengaruh di masyarakat.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Pertemuan Rahasia di Solo: Pengamat Bongkar Alasan Sebenarnya Wasekjen Demokrat Temui Jokowi
Rieke Diah Pitaloka Bongkar Data BPJS: Benarkah Separuh Rakyat Indonesia Miskin?
Wali Kota Bekasi Nyaris Kena Golok Saat Tertibkan PKL: Ini Kronologi Lengkap dan Responsnya!
PAN Usung Prabowo-Zulhas Dua Periode: Akankah Koalisi Gemuk Prabowo Pecah?