Dalam agenda pembahasan bersama HarvestPlus, Menteri Suharso menekankan bahwa Indonesia fokus pada peningkatan kandungan nutrisi pangan melalui benih padi (biofortifikasi) yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pangan dan mengurangi prevalensi stunting dan wasting. Tercatat, RPJMN 2020-2024 menargetkan luas lahan produksi padi biofortifikasi hingga mencapai 200 ribu hektar pada 2024.
Baca Juga: Menteri PPN Tekankan Pentingnya Inovasi Kebijakan Berbasis Data yang Berkualitas
Untuk pengembangan komoditas perkebunan, Menteri Suharso mengunjungi MARS dan Orion Genomics, Selasa (21/6/2022) waktu setempat. RPJMN 2020-2024 menargetkan peningkatan produksi kakao sebesar 2,7 persen dan sub sektor perkebunan sebesar 4,98 persen pada 2024, salah satunya melalui upaya peningkatan produktivitas benih kebun.
Di 2018, angka produktivitas kakao nasional yang mencapai 729 kilogram/hektare/tahun, masih di bawah potensi produktivitas sebesar 2.000 kilogram/hektare/tahun.
"Pada 2023, direncanakan proyek Surat Berharga Syariah Negara untuk penguatan laboratorium pengujian DNA komoditi perkebunan di Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Medan senilai Rp97 miliar. Kami akan menindaklanjuti dengan pembahasan rancangan kerja sama dalam uji DNA komoditas perkebunan," tutup Menteri Suharso.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Harga Minyak US$ 100: BBM Nonsubsidi Naik, Subsidi Terancam Jebol?
6 Instagram Downloader Terbaik 2026: Mana yang Paling Ampuh?
Investasi Strategis PT Metro Timur Indonusa: Mengapa Startup Gagal Meski Produknya Bagus?
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing