"Meskipun FMM G20 tidak menghasilkan dokumen atau komunike resmi, namun FMM dimanfaatkan para Menlu untuk tidak hanya membahas isu-isu global, tetapi juga untuk melakukan pertemuan bilateral baik secara resmi ataupun di sela-sela sidang, tentu ini dapat mendorong kerja sama yang lebih konkret lagi kedepannya," ujar Trian.
Sebagai informasi, G20 merupakan satu kelompok dari 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia, yang beranggotakan Indonesia, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brazil, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, serta Uni Eropa.
Sumber: jpnn.com
Artikel Terkait
Dudung Bantah Keras Tuduhan Habib Rizieq Soal Jenderal Baliho & Isu Kabur ke Yaman
Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240 Triliun! Ini Penyebab Utama Kenaikan 130%
Ahmad Dhani Bongkar Bukti ABC Perselingkuhan Maia Estianty dengan Bos TV: Saya yang Ceraikan Dia!
Prajurit TNI AL Baru Dilantik Tewas di Kapal Perang, Keluarga Temukan Luka Lebam dan Darah di Selangkangan