Sementara itu, Public Health Enthusiast of Obstetric and Genecology Rumah Sakit Puri Cinere Dewi Ratih mengatakan bahwa dalam periode emas di 1000 hari pertama kehidupan, otak anak mengalami pertumbuhan yang pesat dengan memperhatikan tanggalan pada kalender mengenai 1000 hari pertama kehidupan.
"Kehamilan ber-impact pada masa depan. Ketika ibu hamil terkena pre-eklampsia atau darah tinggi, si ibu punya risiko bahkan setelah melahirkan berisiko darah tinggi kronis. Impact keturunannya si bayi, apabila perempuan akan berisiko darah tinggi pada saat dia hamil nantinya," kata Dewi.
Sementara itu, berdasarkan hasil SSGI 2022, prevalensi stunting menunjukkan penurunan dari 27,7 persen pada 2019, menjadi 24,4 persen. Kendati demikian, prevalensi underweight mengalami peningkatan dari 16,3 persen menjadi 17 persen. Jika mengacu pada standar WHO, provinsi Bali memiliki status gizi terbaik dengan prevalensi stunting di bawah 20 persen dan wasting di bawah 5 persen.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240 Triliun! Ini Penyebab Utama Kenaikan 130%
Ahmad Dhani Bongkar Bukti ABC Perselingkuhan Maia Estianty dengan Bos TV: Saya yang Ceraikan Dia!
Prajurit TNI AL Baru Dilantik Tewas di Kapal Perang, Keluarga Temukan Luka Lebam dan Darah di Selangkangan
Rupiah Anjlok ke Rp17.420! Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah, Apa yang Terjadi?