Singgung RUU KUHP, Syarikat Islam Minta Rakyat Boleh Ikut Evaluasi: Presiden Tak Bisa Dihina, Tapi Bisa Dikritik

- Senin, 04 Juli 2022 | 08:50 WIB
Singgung RUU KUHP, Syarikat Islam Minta Rakyat Boleh Ikut Evaluasi: Presiden Tak Bisa Dihina, Tapi Bisa Dikritik

Baca Juga: Pasal Penghinaan Presiden di RKUHP, Bambang Pacul PDIP: Presiden Juga Manusia!

Tidak ketinggalan, Habib Mukhsin, musisi Ahmad Dhani, petinju Daud Jordan, artis Miing Bagito, artis senior Anwar Fuadi, serta tokoh lainnya. Sekretaris Jenderal PP SI Ferry Juliantono menjelaskan, sarasehan kebangsaan diadakan untuk menganalisis demokrasi Indonesia yang saat ini dirasakan makin jauh dari harapan rakyat untuk jadi lebih baik.

Hal itu karena demokrasi dan instrumennya saat ini dirasakan hanya menguntungkan kelompok elite. "Sementara persoalan hidup rakyat makin berat yang ditandai kenaikan sembako, listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan lainnya. Ada perasaan umum soal ketidakadilan, di mana-mana dan juga perasaan umum para oligarki sudah terlalu jauh mendominasi ruang ekonomi dan politik," kata Ferry.

Menurut Ferry, esensi perubahan yang dibutuhkan rakyat bukan sekedar pergantian atau sirkulasi elite. "Syarikat Islam diharapkan kembali mengambil peran sejarah perjuangan ya sekarang. Logika elite tentang demokrasi pergantian atau sirkulasi elite. Tapi logika rakyat tentang ketidakadilan menginginkan perubahan," ucapnya.

Sumber: republika.co.id

Halaman:

Komentar