Ia pun melanjutkan dengan menceritakan Farag Fouda, Penulis dari Mesir. Tokoh itu, diceritakan Ade, adalah tokoh yang kerap mengkritik salah pemikiran dan salah tafsir dari kalangan Islam. Oleh karenanya, ia sering berhadapan dengan para Islam radikal. Singkat cerita, tokoh itu akhirnya dibunuh oleh kalangan Islam radikal.
Namun, Ade menyebut tidak mau membandingkan dirinya dengan tokoh tersebut. Tetapi yang coba disampaikannya dengan menceritakan Fouda adalah memperjuangkan sesuatu yang dianggap benar itu penuh resiko.
"Tapi yang ingin saya katakan, memperjuangkan kebebasan dan keterbukaan dalam beragama itu adalah sebuah kewajiban yang penuh mengandung risiko. Tapi tidak boleh ada kata mundur,"
Sumber: jpnn.com
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!