Ia pun melanjutkan dengan menceritakan Farag Fouda, Penulis dari Mesir. Tokoh itu, diceritakan Ade, adalah tokoh yang kerap mengkritik salah pemikiran dan salah tafsir dari kalangan Islam. Oleh karenanya, ia sering berhadapan dengan para Islam radikal. Singkat cerita, tokoh itu akhirnya dibunuh oleh kalangan Islam radikal.
Namun, Ade menyebut tidak mau membandingkan dirinya dengan tokoh tersebut. Tetapi yang coba disampaikannya dengan menceritakan Fouda adalah memperjuangkan sesuatu yang dianggap benar itu penuh resiko.
"Tapi yang ingin saya katakan, memperjuangkan kebebasan dan keterbukaan dalam beragama itu adalah sebuah kewajiban yang penuh mengandung risiko. Tapi tidak boleh ada kata mundur,"
Sumber: jpnn.com
Artikel Terkait
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya
Rahasia Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kunci: Isu Polri, Gaza, dan Pemberantasan Korupsi Terbongkar!
Ancaman Pistol Ussama ke Bayi Ressa: Fakta Kelam yang Ditutupi Denada Selama 24 Tahun
Santunan Rp15 Juta Cair! Ini Rincian Bantuan Lengkap Kemensos untuk Korban Banjir Sumatra