Atas dasar itu, menurut Rocky apa yang publik atau pers internasional beritakan “secukupnya” sudah benar karena melihat apa yang terjadi.
“Kadangkala sinyal itu jadi palsu justru karena kita menginginkan lebih, jadi memang sudah proposional pers asing mengatakan ada soal di dalam diplomasi Indonesia yang gagal kan itu intinya,” lanjut Rocky.
Baca Juga: Anies Baswedan Dihantam Isu Dekat Oligarki Gegara Resmikan Chinatown Glodok, Penjelasan Rocky Gerung Nggak Main-main, Simak!
Situasi tersebut menurut Rocky menjadi bahan utuk menyimpulkan bahwa sosok Jokowi belum sekuat pemimpin Eropa lainnya.
“Dan itu objektif betul, lalu dibndingkan bahwa profil Jokowi belum sekuat Erdogan, Macrom, atau pemimpin Eropa lainnya untuk masuk di situ, itu juga dilihat sebagai kenapa nggak perlu dipublikasi,” tegas Rocky.
Sumber: jpnn.com
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras